Insan Mulia

Rabu, 27 April 2011

penyakit jantung


Dada Berdebar Belum Tentu Penyakit Jantung


GEJALA penyakit jantung antara lain da­da atau jantung berdebar-debar dan keluar keringat dingin pada telapak tangan. Na­mun, hal tersebut tak perlu dirisaukan karena gejala-gejala tersebut belum tentu menentukan seseorang terserang penyakit jantung.

Staf pengajar Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Jetty RH Se­dya­wan SpJP K FIHA mengatakan, banyak hal yang menyebabkan dada berdebar-debar. Begitu juga dengan telapak tangan yang berkeringat bisa jadi karena kelenjar keringatnya memang lebih banyak.

Menurut Jetty, jika seseorang terkena jan­tung koroner, umumnya keringat bu­kan hanya di telapak tangan, tapi juga di seluruh tubuh.

”Gejalanya, tiba-tiba keluar keringat di­ngin yang bentuknya berupa butiran besar. Hal tersebut terjadi pada kondisi yang orang lain tidak mengalaminya,” katanya.

Jetty menjelaskan, nyeri yang khas aki­bat penyakit jantung antara lain sakit di dada bagian tengah dan cenderung ke kiri dan selanjutnya menjalar ke leher dan tercekik.

Baru setelah itu ke tangan kiri disertai ke­ringat dan lemas. Namun ada pula pen­de­rita penyakit jantung merasa masuk angin atau yang dikenal istilah angin du­duk. Padahal, menurutnya, hal tersebut adalah serangan jantung.

Untuk mencegah penyakit jantung ko­roner, kita pelu mengontrol faktor risiko de­ngan mengubah gaya hidup. Seperti ola­h­raga teratur, diet atau mengkonsumsi obat-obatan.

Beberapa faktor risiko yang dapat me­ning­katkan terjadinya penyakit kardio­vas­kuler yaitu kebiasaan merokok, teka­nan darah tinggi, kadar kolesterol darah ting­gi, diabetes, obesitas, serta riwayat pe­nyakit jantung koroner dalam keluarga.

Upaya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) per­lu dilakukan sejak dini. Bagi orangtua yang memiliki anak yang kelebihan berat ba­dan alias obesitas harus berhati-hati. Pa­salnya, anak obesitas berpeluang 5 kali lebih besar terserang penyakit jantung.

Anak yang memiliki kelebihan berat ba­dan atau obesitas mempunyai ke­mung­ki­nan 3 hingga 5 kali lebih besar terserang jan­tung atau stroke sebelum usia mereka men­capai 65 tahun, dibandingkan anak-anak dengan berat badan normal. Belum lagi risiko terkena diabetes.

Dukungan orangtua, sekolah, dan ke­lom­pok masyarakat lain dapat mem­ba­ngun pola makan sehat bagi anak-anak. Stu­di menemukan keterlibatan orangtua se­cara signifikan memperbaiki kebiasaan ma­kan dan olahraga anak berusia 8 hing­ga 11 tahun.

Anak-anak yang mengalami obesitas me­miliki 80 persen kemungkinan untuk tetap mengalami kelebihan berat badan ketika dewasa dan berisiko tinggi ter­ha­dap jantung dan stroke.

Lebih dari 10 tahun belakangan ini, jum­lah anak-anak yang kelebihan berat ba­dan telah meningkat 2 hingga 5 kali di ne­gara maju dan hampir 4 kali di negara ber­kembang. rm


Jantung Berdebar-debar
PERKENALKAN, saya seorang suami berumur 34 tahun, mempunyai seorang putri berumur 4 tahun, mengalami gangguan, yaitu dada sebelah kiri dan punggung sering terasa sakit, perasaan khawatir, cemas dan takut terhadap sesuatu hal yang tidak mendasar sejak tahun 1996. Awalnya, sekitar tahun 1990-1991, saat saya berolah raga (angkat beban/lari) saya sering mengalami jantung berdebar pada tingkat tertentu. Hal ini saya anggap sesuatu yang tidak perlu saya khawatirkan.
Pada saat itu saya masih kuliah jurusan Bahasa Inggris di salah satu PTS di Mataram dan merangkap menjadi pemandu wisata. Oleh karena pergaulan, saya mengenal seorang gadis Eropa. Kami menjalin hubungan asmara sampai selesai kuliah dan kemudian berangkat ke negaranya. Hubungan kami berjalan kurang lebih 8 bulan, dan suatu hal terjadi sehingga kami harus berpisah. Pada saat ini saya tidak merasa stres dan saya balik ke Indonesia untuk bekerja kembali. Namun mulai terasa aneh pada dada saya (penyakit di tahun 1990-1991 itu terasa kambuh) dan pada saat itu saya benar-benar tidak dapat bangun dari tempat tidur selama kurang lebih du bulan. Badan terasa lemah, tensi naik turun, pernah 90/70, kadang-kadang 140/90.
Setelah pulih saya memutuskan untuk bekerja sebagai guru di sekolah swasta karena saya tidak percaya diri lagi menjadi “guide”, dan hal ini terjadi sampai sekarang. Hal yang aneh, saya sering mengalami debaran jantung yang tiba-tiba kencang pada situasi tertentu, misalnya bila saya berjumpa dengan teman lama, harus berbicara di depan orang banyak yang seusia dengan saya, mengunjungi orang mati atau pergi ke kuburan, berdebat dengan orang lain, dan mengeluarkan pendapat dalam rapat-rapat resmi. Biasanya diawali dengan getaran di bawah dada, dan terasa udara menekan ke atas dan jantung berdebar keras/kencang. Hal ini bisa berlangsung selama 20-30 menit. Betapa tersiksanya, saya harus memendam atau menyembunyikan rasa takut saya ini terhadap orang lain pada saat saya mengalami hal semacam itu. Istri saya banyak membantu saya dengan memaksa saya terus melawan kecemasan saya terhadap hal-hal yang saya takuti.
Pernah suatu saat saya diundang pimpinan saya, berlaku hanya untuk satu orang, sehingga saya harus pergi sendiri. Biasanya, ke manapun saya pergi selalu ditemani oleh istri. Saya merasa waswas beberapa jam sebelum berangkat. Ah, saya memberanikan diri pergi dengan sepeda motor. Sepanjang perjalanan dada ini dag dig dug tidak tenang, sehingga baru tiba di tempat acara, saat saya memarkir sepeda motor jantung saya berdebar kencang, saya sangat panik. Untung rumah pimpinan saya agak masuk ke dalam gang kecil sehingga tidak ada orang yang saya kenal berada di tempat parkir tersebut. Dalam hitungan detik, saya memutuskan untuk membatalkan menghadiri pesta tersebut. Saya langsung tancap gas dan kurang lebih 500 meter dari tempat itu debaran jantung saya mereda. Saya sangat marah dengan diri saya mengapa hal ini harus terjadi. Sampai sekarang saya kurang senang mendapat undangan pesta atau acara-acara resmi, apalagi harus pergi sendiri.
Beberapa hal yang ingin saya tanyakan, sbb.:
1. Apakah panik ini ada hubungannya dengan penyakit jantung? Saya pernah melakukan “tred-mill”, hasilnya dinyatakan “fatigue”, saya sangat kelelahan pada saat “tred-mill”.

2. Apa yang harus saya lakukan untuk kembali dapat melakukan hal-hal yang menakutkan/mencemaskan saya tersebut. 3. Terapi apa yang harus saya lakukan sehingga saya dapat menjadi pribadi yang tenang, saya seorang yang berprasangka negatif terhadap seseorang/sesuatu secara berlebihan.
Golfian
Mataram

Galfian, Membaca apa yang Anda alami tersebut, dapat dicermati bahwa permulaan Anda mengalami serangan panik pertama kali tahun 1990-1991, kemudian muncul kembali tahun 1996 dan akhirnya sering kumat. Belakangan ini Anda tidak lagi mengalami serangan panik, tetapi sudah berupa gangguan panik yang serangannya terjadi sewaktu-waktu dan kemudian berlanjut menjadi gangguan cemas.
Sebagai pemicu pertama terjadinya serangan panik adalah kelelahan yang Anda alami dan kemudian tanpa pemicu bisa kumat. Namun serangan panik ini bisa menimpa karena Anda pernah mengalami suatu peristiwa waktu Anda kecil yang membuat Anda merasa panik atau cemas yang menakutkan perasaan Anda. Ada trauma di masa kecil atau remaja yang tersimpan dengan baik berupa memori di alam bawah sadar Anda yang mempengaruhi cara berpikir dan bereaksi Anda pada rangsangan yang datang dari luar. Keadaan yang terus berlanjut ini membuat Anda merasa cemas. Anda mencemaskan hal-hal yang belum terjadi, atau yang akan datang atau yang sudah lampau. Anda tidak pernah ada waktu untuk merasakan keadaan sekarang.
Semua gejala yang Anda alami, dari sudut kedokteran secara fisik, tidak ada gangguan, tetapi secara psikis terganggu sehingga memerlukan penanganan psikiatri yang holistik. Dari gejala panik yang terjadi berupa jantung berdebar-debar merupakan simbol dari permasalahan yang Anda alami. Kemungkinan hal ini erat hubungannya dengan orang yang Anda cintai atau hal-hal yang menentukan kehidupan atau karier Anda. Oleh karena itu, untuk mengatasi keadaan ini yang terbaik adalah sbb.:
* Untuk sementara, minum obat penenang agar Anda bisa melihat masalah dengan objektif.
* Menemukan penyebab panik dan cemas ini dan mengatasinya dengan psikoterapi.
* Kalau ingin keadaan ini berlangsung singkat, perlu dilakukan hipnoterapi spiritual untuk mengubah arti dari penyebab gangguan ini yang dilakukan di alam bawah sadar penderita.
* Berani menghadapi setiap gangguan panik atau kecemasan yang muncul berikutnya. Harus berani menghadapi kenyataan dan tidak pernah lelah untuk menghadapinya.
* Mengatasi gangguan panik dan cemas ini memerlukan kesabaran dan keberanian untuk menghadapinya.
* Usahakan bekerja seperti semula sehingga di dalam mengatasi gangguan tidak dalam situasi kehidupan yang berbeda.

Dalam perjalanan hidup Anda, gangguan ini sewaktu-waktu akan muncul, namun Anda tidak mencemaskan atau menakutkan keadaan itu. Anda tahu gejala itu muncul, namun Anda tidak terpengaruh oleh gangguan itu. Akhirnya, gangguan itu jarang muncul sampai akhirnya gejalanya hilang. Pada saat itulah Anda merasa bebas, merasa berhasil, dan merasa mampu mengendalikan diri. Akhirnya Anda akan percaya apa yang Anda alami adalah masalah kejiwaan, bukan masalah black-magic, guna-guna, atau karena orang lain merasa iri dengan keberhasilan Anda. Kalau Anda percaya bahwa kebesaran Tuhan di atas segalanya dan mau berusaha, Tuhan tentu memberikan yang terbaik pada umatnya. Yang lewat biarlah lewat, sebagai dasar untuk tidak menoleh ke belakang lagi. Yang akan datang biarkan dalam rencana, tetapi yang paling penting merasakan yang sekarang yang sedang Anda alami.
* Luh Ketut Suryani




Anda Nyeri Dada ? Waspadai Serangan Jantung
dr. Nasir on 31 March 2009
RASA nyeri pada bagian dada seringkali dianggap remeh dan diabaikan oleh sebagian orang. Bahkan, ada persepsi bahwa keluhan fisik itu merupakan tanda-tanda masuk angin yang bisa diatasi dengan mudah. Padahal, nyeri pada dada itu bisa jadi merupakan gejala seseorang menderita penyakit jantung.
Ada beberapa keluhan penyakit jantung yang sering diabaikan masyarakat hingga akhirnya penyakit yang diderita bertambah parah.
Sejumlah keluhan yang patut diwaspadai sebagai gejala penyakit jantung adalah, nyeri dada, berdebar-debar, cepat letih, sesak napas, ada riwayat sering pingsan, sesak bila tidur telentang, beberapa organ tubuh membiru, serta perut dan bagian kaki bengkak. Gejala lain yang dialami ketika seseorang terserang penyakit jantung adalah rasa nyeri yang hebat disertai muntah.
Tempat nyeri pada gangguan jantung antara lain, di belakang tulang dada, di belakang tulang dada menjalar ke leher, dari dada menjalar ke bahu dan dada. Lokasi lain adalah, dari dada menjalar ke rahang, dari dada bawah di ulu hati, sertai di daerah punggung di antara kedua belikat. Jika terjadi kondisi nyeri dada, maka pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah, baringkan penderita, istirahatkan sampai nyeri berkurang atau hilang, pemberian oksigen, dan panggil dokter, bawa ke rumah sakit terdekat.
Faktor risiko
Diagnosis dini perlu dilakukan pada seseorang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular. Sejumlah faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah, adanya riwayat keluarga yang mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah, usia yang makin tua atau lanjut usia, serta jenis kelamin. Ini merupakan faktor risiko yang tidak bisa dihindari.
Sebenarnya ada sejumlah faktor risiko yang bisa dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah dislipidemia seperti kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah dan triglycerides tinggi. Faktor lain adalah, tekanan darah tinggi, menderita kencing manis atau diabetes mellitus, kebiasaan merokok, mengalami kegemukan atau obesitas dan kurang berolahraga.
Kadar kolesterol sangat terkait dengan tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner. Kolesterol merupakan zat berwarna putih seperti lilin yang dapat ditemukan di setiap sel tubuh. Kolesterol bisa membantu mencernakan lemak, memperkuat membran sel, dan membuat hormon. Kolesterol HDL memindahkan kolesterol jahat dari dinding pembuluh darah. Sedangkan jenis kolesterol LDL menempel pada dinding pembuluh darah, merusak dan menyumbat pembuluh darah.
Jika kolesterol bertumpuk pada dinding pembuluh darah arteri atau dikenal dengan istilah aterosklerosis, maka bisa berakibat terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Atherosklerosis merupakan pembentukan plak di dalam pembuluh darah yang menyempit. Kemudian, plak dapat mengelupas dan menyebabkan timbulnya bekuan darah yang menyumbat atau thrombus.
Kendalikan faktor risiko agar terhindar dari penyakit jantung koroner. Beberapa upaya pencegahan penyakit jantung yang bisa dilakukan adalah memeriksa secara teratur kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, periksa tekanan darah secara teratur. Cara lain adalah, menerapkan pola makan yang sehat di antaranya jangan makan yang berlebihan, menghindari makanan yang mengandung lemak, hindari minuman beralkohol.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sejumlah penyakit kardiovaskular memiliki risiko tinggi terhadap kematian. Penyakit jantung koroner (PJK) menyebabkan 7,2 juta kematian di dunia pada tahun 1996, dan merupakan 14 persen dari total kematian keseluruhan atau satu dari tiga kematian di negara-negara industri. Sementara stroke menyebabkan 4,6 juta kematian. Hipertensi diderita lebih dari 690 juta orang di dunia. Di negara berkembang, kematian karena penyakit kardiovaskular diperkirakan meningkat 28 persen per tahun.
Nah, pernahkah Anda merasakan nyeri dada, berdebar-debar seperti gambaran di atas ? Waspadalah, jangan-jangan itu tanda-tanda awal serangan jantung. Sudahkah Anda mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih baik ?




Turunkan Tekanan Darah Tinggi Dengan Semangka
dr. Nasir on 25 October 2010 — 2 Comments
Anda doyan semangka? Ada kabar bagus lho buat yang doyan semangka. Sebuah studi yang dilakukan para pakar nutrisi pangan di The Florida State University (FSU), AS, mengungkapkan, semangka kaya senyawa yang dapat melebarkan pembuluh darah, dan bisa mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
Menurut Dr. Arturo Figueroa dan Profesor Bahram H. Arjmandi, semangka adalah sumber L-citrulline yang bisa dimakan, senyawa penting dalam memproduksi oksida nitrat, gas yang memperlebar pembuluh darah.
Setelah melakukan pengujian terhadap sejumlah relawan prahipertensi (garis batas tekanan darah tinggi) yang diberi diberi ekstrak L-citrulline dari semangka sebanyak 6 gram atau sekitar satu sendok teh, hasilnya terjadi peningkatan fungsi arteri, yang kemudian berefek menurunkan tekanan darah, seperti dikutip dari Daily Mail.
Dr. Figueroa mengatakan penemuan ini menunjukkan bahwa semangka memiliki efek dilatasi (memperlebar pembuluh darah). Dan, satu yang bisa mencegah prahipertensi meningkat menjadi hipertensi, faktor risiko utama serangan jantung dan stroke.
Para peneliti menemukan bahwa semangka dengan daging buah berwarna oranye mengandung lebih banyak L-citrulline daripada yang berwarna merah. Lycopene, pigmen yang memberi warna pada buah itu, dipercaya memiliki banyak manfaat. Mulai dari menangkal kanker hingga meningkatkan kesuburan. Pantes saja kalo semangka bisa jadi Viagra alami.
Kedua jenis itu kaya vitamin A, B6 dan C dan tinggi serat. Semangka juga sumber kalium yang bagus, yang menurunkan tekanan darah.
Nah, siapa yang tidak suka semangka? Kayaknya harus berpikir lagi…


Cara Praktis Cegah Sakit Maag
dr. Nasir on 27 January 2011 — Leave a Comment
Pada umumnya radang lambung atau sering di sebut Maag dapat disebabkan banyak faktor (Bisa dibaca disini : Kenali Sakit Maag dan Solusinya). Sebelum terlambat segera cegah.
Banyak orang yang sudah terkena, bahkan sering berulang kali datang ke dokter karena sakit maag-nya kambuh. Lucunya terkadang mereka sudah paham apa dan bagaimana mengatasi sakit maag, tapi upaya pencegahannya terkadang diabaikan, dengan alasan apa yang dilakukan sehari-hari sudah rutin. Disini saya hanya mencoba mengulas kembali dan mengingatkan tentang penyebab dan cara praktis mencegah sakit maag, karena jika dibiarkan penyakit ini dapat mempengaruhi organ lainnya.
Penyebab Sakit Maag
Beberapa penyebabnya antara lain, terlalu banyak makanan yang mengiritasi lambung, seperti yang pedas, asam, minuman beralkohol. Juga bisa karena obat-obatan seperti aspirin (dosis tinggi), kortison, kafein, kortikosteroid.
Selain itu, adanya stress dan tekanan emosional yang berlebihan pada seseorang juga bisa menjadi pemicunya. Selain juga asam lambung yang berlebihan, waktu makan yang tidak teratur, sering terlambat makan, atau makan berlebihan. Atau tertelannya substansi/zat yang korosif, seperti alkali, asam kuat, cairan pembersih kimiawi, dan lain-lain. Bisa pula akibat infeksi bakteri.
Gejala seperti mual dan sering muntah agak asam. Pada kondisi berat lambung mungkin dapat mengelupas sehingga mengakibatkan muntah darah. Kondisi lain yang mungkin bisa muncul adalah perut terasa nyeri, pedih, kembung dan sesak (sebah) pada bagian atas perut. Nafsu makan menurun drastis, wajah pucat, keringat dingin, dan kepala pusing. Sering sendawa terutama bila dalam keadaan lapar. Sulit tidur karena gangguan rasa sakit pada daerah perut sebelah atas (ulu hati).
Pada radang lambung kronis gejala yang ditunjukan lebih ringan seringkali gejala menjadi samar seperti tidak toleran terhadap makanan pedas atau berlemak atau nyeri ringan yang akan hilang setelah makan.
Langkah Praktis Mencegah Sakit Maag
Selain beberapa saran yang saya tulis sebelumnya di Kenali Sakit Maag dan Solusinya, beberapa cara praktis lain antara lain :
  • Pastikan konsumsi makanan yang lunak/lembut.
  • Hindari makanan yang mengiritasi lambung, seperti pedas, asam, alkohol, kafein, rokok, dan aspirin
  • Jangan terlambat makan atau makan berlebihan, makan sedikit-sedikit tapi sering
  • Usahakan buang air besar secara teratur
Demikianlah tips kesehatan cara mencegah sakit maag. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sering mengalami sakit Maag.


Kenali 8 Gejala Stres Tersembunyi
dr. Nasir on 24 September 2010 — Leave a Comment
Rutinitas padat yang Anda jalani sehari-hari tanpa disadari bisa memicu stres. Sebuah portal psikologi Italia, “Psiche”, memuat tulisan tentang tanda utama dari stres dan depresi. Dalam tulisan tersebut para ahli menekankan, laju kehidupan yang berlangsung sangat cepat membuat seseorang sering tidak mengetahui bahwa tubuhnya telah lama dalam kondisi stres. Hal ini tentu akan sangat mudah terjadi pada diri kita saat ini dimana roda kehidupan terasa berputar sangat cepat, dan tentu aktivitas begitu cepat terjadi beriringan setiap waktu. Lalu bagaimana cara mengenali bahwa tubuh kita sedang mengalami stres?
Ada gejala-gejala tertentu yang bisa dijadikan sinyal atau medical alarm detector jika tubuh Anda sedang mengalami stres. Namun, seringkali gejala ini diabaikan hingga akhirnya berujung depresi, yang bisa meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit. Seringkali kita menganggap gejala tersebut sebagai gejala yang ringan dan bisa sembuh segera, dan sama sekali tidak terpikirkan apakah kondisi tubuh Anda sudah mengarah kepada gejala stres atau malah penyakit yang berujung sukar disembuhkan.
Agar gejala stres tak berubah menjadi penyakit membahayakan, ada baiknya Anda mengetahui tanda-tanda terselubung, seperti dikutip laman Genius Beauty, yaitu :
1. Mendadak sering sakit kepala
2. Nyeri haid yang hebat dan berlangsung beberapa hari
3. Sering mimpi buruk
4.
Hasrat ngemil yang tinggi sepanjang hari
5. Mengalami ruam kulit
6. Alergi berkepanjangan
7. Sakit perut dan sering mual
8. Gatal-gatal
Gejala-gejala di atas memang dapat disembuhkan oleh obat-obatan ringan, namun jika gejala ini muncul dan tidak kunjung sembuh meski sudah minum obat ringan, segera berkonsultasi dengan dokter.
Yang perlu Anda sadari bila mengalami delapan gejala di atas, solusi awalnya adalah menenangkan diri. Istirahat yang cukup dibarengi dengan menjalani kegiatan menyenangkan, seperti melakukan hobi, berenang, jogging, bersepeda, atau menghirup udara segar bisa menjadi obat alami terbaik. Memang sebaiknya hidup ini dijalani dengan seimbang, bukan?

membuat logo trans tv

membuat logo trans tv dengan menggunakan corel draw.
1. Pertama buka program coreldraw
2. Pada toolbox di sebelah kiri carilah tool yang bernama [pen tool]
3. Gambarlah dua segitiga sama sisi dengan [pen tool]
4. Tempatkan segitiga yang pertama di atas segitiga yang kedua dengan menggunakan tool yang bernama [move tool]
5. klik main menu yang ada di bagian atas sendiri, pilih [edit] - [select all] - [object]
6. Setelah semua object (kedua segitiga terseleksi) maka saatnya menshaping. caranya: pada main menu klik [arrange] - [shaping] - [trim], lalu geser salah satu segitiga. lihat gambar:
7. klik segitiga yang telah menjadi seperti huruf V yang terbalik. tekan tombol "+" pada keyboard. setelah itu putar object 180 derajat.
8. pada segitiga bagian atas kita tambahkan object persegi panjang dengan menekan F6. lihat gambar:
9. shaping kedua object tersebut (segitiga atas dan persegi panjang), caranya sama seperti di atas: yaitu seleksi semua object lalu pada main menu klik [arrange] - [shaping] - [weld] dan hasilnya seperti gambar:
10. selanjutnya kita membuat huruf "trans", caranya adalah tekan F8 (text tool) ketik "TRANS",dan atur besar kecilnya dengan move tool.
11. Selanjutnya Buat Segitiga berbentuk “V” berdasarkan langkah no 1 sampai dengan nomor 7. Hasilnya seperti gambar:
12. Selanjutnya tempatkan gambar “V” tersebut dibawah tulisan TRANS. Seperti Gambar :
13. yup. tinggal mewarnai gambar yang kita buat dan jangan lupa hapus gambar yang tidak perlu dengan menekan tombol [del] pada keyboard. dan jika terjadi kesalahan dan ingin meng undo maka tekan [ctrl] + [z] secara bersamaan.
14. klik object dan Warnai sesuka hati kalian dengan menggunakan [fiil tool] atau langsung saja tekan F11, ok!

kisah ashabul kahfi


SARIPATI KISAH ASHABUL KAHFI
Oleh : Syariful Hidayat

Ashabul kahfi merupakan sebuah cerita teladan yang disebutkan di dalam al-Quran pada surat al-Kahfi ayat 9 sampai dengan ayat 26 dari 110 jumlah ayatnya. Cerita ini mengkisahkan beberapa penghuni gua yang mengandung i’tibar dan pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.

Cerita ini bermula dari sebuah kota, terletak di antara dataran luas yang sangat subur.Kebanyakan mata pencaharian penduduk negeri ini adalah bercocok tanam dan perkebunan dengan menanam pohon kurma, buah-buahan jeruk, anggur dan semangka. Sebagian penduduk yang lainnya beternak hewan seperti sapi, kambing, biri-biri dan onta, sehingga mereka hidup makmur, mereka makan hasil buminya dengan nikmat dan hidup damai sejahtera.

Agama yang dipeluk penduduk ini dan keyakinan mereka, sebagaimana penduduk negeri-negeri lain di dunia ini adalah bermacam-macam. Sebagian mereka ada yang beriman kepada Allah dan RasulNya, tetapi sebagian besar mereka adalah penyembah berhala, patung dan menyembelih hewan kurban untuknya.

Yang memerintah negeri yang subur nan makmur ini adalah seorang Raja yang lebih condong kepada agama berhala penyembah patung dan mengajak orang lain dengan paksa agar turut menyembahnya, bila tidak mengikuti kehendaknya, rakyat mengalami penyiksaan yang sangat kejam.

Keadaan dan kondisi ini telah berlangsung puluhan tahun lamanya di bawah kepemimpinannya, banyak diantara kamu muslimin mendapatkan siksaan yang luar biasa, sehingga tiada satu haripun bila ada berita yang sampai kepadanya tentang keberadaan seorang mukmin atau mukminah, pasti ditegakkan hukuman dengan menyiksanya atau menyembelihnya di depan umum, sehingga ia yakin benar dapat mencabut benih-benih iman dari dada penduduknya yang telah lama beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Dengan kondisi politik & sosial yang sangat menyudutkan kaum yang beriman kepada Allah inilah, masih ada beberapa orang yang beriman kepada Allah SWT secara sembunyi-sembunyi, karena mereka lebih takut kepada siksa Allah yang lebih kejam di hari kiamat kelak. Mereka dengan lantang penuh keberanian mendeklarasikan sikap untuk mengabaikan perintah pemimpin mereka. Mereka mampu menguasai diri, sebab mereka memiliki keoptimisan yang dibingkai ruh mas'uliyah (tanggung jawab), ruh isti'la (merasa tinggi) dan sosok kepemimpinan.
Sikap yang mereka lakukan adalah dengan tetap memegang teguh iman kepada Allah SWT dan mengucilkan diri pada sebuah gua sebagai tempat berlindung seraya berdoa : “Wahai tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini”.

Namun, kehendak Allah menginginkan lain, Allah menidurkan mereka dan menutup telinga mereka dari segala kebisingan. Lalu setelah 309 tahun (Qomariyah) lamanya, Allah kembali membangunkan mereka.

Akhirnya, terbukalah segala keajaiban setelah mereka terjaga, terlebih setelah salah satu diantara mereka meminta kawannya untuk membeli sesuatu untuk mengganjal perut yang kosong, mereka sadar, bahwa mereka berada di alam yang bertolak belakang dengan kenyataan lama, mereka berada di lingkungan masyarakat yang mayoritas penduduknya beragama islam dan mereka yakin, bahwa mereka adalah pelaku sejarah yang dapat menambah keimanan mereka dan kaum mukminin semua.

Demikianlah akhirnya, sesuai dengan janji Allah SWT, bahwa : “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik” (al-Kahfi : 30). Sehingga mereka pun bergabung menjadi bagian dari masyarakat yang mayoritas penduduknya beragama islam.
***
Kita tahu, bahwa bukti dan tanda kekuasaan Allah begitu banyak dan menuntut untuk direnungi serta diambil pelajaran ('ibrah). Tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Itu dipaparkan dalam berbagai bentuk dan cara, dimaksudkan agar manusia tidak bosan dan agar sadar serta segera mengakui kewahdaniyahan(keesaan)-Nya. Dan Ashabul kahfi adalah salah satu tanda kekuasaan Allah SWT. yang dipaparkan dalam bentuk kisah yang menarik dan patut direnungi, karena di dalamnya terdapat pelajaran bagi sejarah kehidupan manusia di muka bumi ini.

Barangkali kita harus sepakat, bahwa sesungguhnya sejarah manusia itu akan terulang dari masa ke masa, meskipun perbedaan waktu, tempat dan pelaku, namun substansinya akan tetap sama seperti yang telah terjadi sebelumnya.

Nah, Karena pentingnya memahami dan menyadari substansi kisah ini, Allah sendiri tidak menyebutkan siapa nama pelaku-pelakunya, sebagaimana Allah tidak menyebutkan juga jumlah dan kapan terjadinya secara pasti. Yang jelas tujuannya agar manusia mengambil pelajaran, kemudian menjalani kehidupan dengan hidayahNya. Tujuan seperti inilah yang juga melatarbelakangi sebagian besar mufassirin dalam menyikapi kisah ini, semisal Ibnu Katsir, At-Thabari dll.
***
Diantara saripati yang dapat kita ambil pelajaran dari kisah ashabul kahfi adalah : Tauhidullah (mengesakan Allah SWT). Menurut para Ulama, tauhid (mengesakan) kepada Allah SWT. terbagi menjadi tiga macam, pertama, tauhid al-Uluhiyah, ialah mengesakan Allah Ta’ala dalam beribadah, yaitu meyakini, bahwa beribadah itu hanya ditujukan kepada Allah dan karena-Nya semata.

Kedua : Tauhid ar-Rububiyah, ialah mengesakan Allah Ta’ala dalam perbuatan, yakni mengimani dan meyakini bahwa hanya Allah lah sang maha pencipta, penguasa dan pengatur alam semesta.

Ketiga : Tauhid al-Shifat, ialah mengesakan Allah Ta’ala dalam sifat-Nya. Artinya mengimani bahwa tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah Ta’ala dalam Dzat maupun Sifat.

Nah, pilihan para Ashabul kahfi untuk mengasingkan diri pada sebuah gua itu merupakan panggilan dari lubuk hati agar senantiasa dapat mempertahankan keyakinannya tentang islam, sekaligus menjalankan keyakinan itu pada tempat yang terhindar dari penglihatan manusia jelata. Sebab mereka yakin, bahwa penguasa yang sebenarnya adalah Allah SWT. bukan seorang raja yang sedang berkuasa di zamannya. Sebagaimana mereka juga sadar, bahwa segala keangkuhan sang raja, hanyalah gertakan sambal goreng yang dapat sirna dengan berlalunya zaman.

Pengasingan diri yang mereka lakukan, juga merupakan wujud pengorbanan untuk meninggalkan segala kenikmatan duniawi untuk tujuan ukhrawi. Mereka rela meninggalkan keluarga, harta dan tanah air demi menyelamatkan aqidah serta khawatir akan fitnah. Untuk itu bukan tidak mungkin kisah ini menjadi inspirasi bagi hijrah Rasulullah saw. Bersama Abu Bakar ra ke Madinah dan Hijrah pertama kaum muslimin ke Habsyah.

Pengasingan itu pula merupakan metodologi seorang rakyat menolak kebijakan pemimpinnya yang terbukti dengan kedzaliman & kerakusan akan kepemimpinan & kekuasaan. Tentunya, manakala jumlah ashabul kahfi mencukupi, gelombang reformasi pun pasti akan terjadi.

Dan terakhir, mengikuti kronologi kisah Ashabul Kahfi mengantar kita kepada satu titik tujuan utama kisah tersebut yaitu meyakinkan kepada umat manusia terhadap keimanan kepada hari kiamat, hari bangkit di alam mahsyar. Sebab dalam suatu riwayat, pada saat sebelum ashabul kahfi dibangkitkan, masyarakat setempat terpecah kepada dua kubu. Ada yang meyakini adanya hari bangkit di akhirat nanti dan ada yang tidak percaya sama sekali. Bagi seorang mukmin, aqidah ini merupakan sebuah aksiomatis yang tidak diragukan lagi kebenarannya. Karena keimanan terhadap keduanya ini memacu kita untuk berbuat kebajikan selama di dunia dan menimbulkan rasa tanggung jawab yang tinggi dihadapan mahkamah Allah Swt.

Akhirnya, penggalan kisah ini adalah bagian pertama dari empat kisah lainnya yang terdapat dalam surah Al-kahfi. Semoga dengan kisah ashabul kahfi ini mendorong kita untuk mendalami dan mengkaji kisah-kisah selanjutnya yang terdapat di dalam al-Quran dan tentunya yang teramat penting adalah transformasi nilai ke dalam diri kita lewat skenario kisah tersebut, agar kita menjadi mukmin yang mendapat legalisasi keimanan yang benar dari Allah Swt.

konsep pendidikan dalam kitab Ta'lim Muta'alim


KONSEP PENDIDIKAN DALAM  KITAB "TA'LIM MUTA'ALIM"
DAN RELEVANSINYA  DENGAN DUNIA PENDIDIKAN DEWASA INI

Oleh: KH. M. Kholil Bisri

 

Tamhid

 "Ta'limul Muta'alim" adalah kitab kecil –biasanya saya khatamkan dalam enam atau tujuh hari saja di bulan Romadlon, dengan tempo baca sekitar satu jam setiap hari– hasil rangkuman Syaikh Az-Zarnuji, yang belum mengenal tradisi pesantren, tentu melontar kritik tajam terhadapnya. Dianggapnya kitab yang penuh kontroversi, berisi teror sadis kepada pencari ilmu, tidak masuk akal pembangkit kultus dan sebagainya, bukan lainnya "Ta'limul Muta'alim" itu tapi kitab itu masih saja terus dibaca di pesantren salaf manapun.
Sebelum saja beranjak menguak sedikit isi, seluk beluk dan relevansi kitab TMT, saya ingin menguak dahulu sebuah rahasia yang biasanya hanya disimpan saja di hati para kiyai. Yang rahasia itu hakikatnya adalah inti sari dari kitab TMT tersebut. Begini:
Keberhasilan seseorang mendapat anugerah ilmu nafi’' dan muntafa' bih adalah karena melibatkan tiga faktor yang sangat dominan, yaitu: Pertama, Fadhol dari Allah, karena memang diajar oleh-Nya (alladzi 'allama bil qolam. 'Allamal insaana maa lam ya'lam). Untuk memperoleh fadhol ini, orang harus berdo'a atau dido'akan. Do'a itu harus sungguh-sungguh dan disertai kesungguhan. Tidak boleh dipanjatkan dengan seenaknya dan mengesankan tidak begitu membutuhkan wushulnya do'a, dengan cara misalnya, disamping berdo'a orang juga berbuat maksiat, sama sekali tidak berusaha menghindar dari keharaman yang dilarang. Fa anna yustajaabuu lah. Kedua, Belajar sungguh-sungguh, rajin mengaji dan mengkaji, tekun mengulang dan muthola'ah. Sebuah maqolah yang sering disebut hadits menegaskan "Man tholaba syaian wajadda wajada wa man qoroal baba wa lajja walaja". Siapa saja yang mencari sesuatu dan sungguh-sungguh, dia akan mendapatkannya. Dan barang siapa mengetuk pintu dan dia mengamping, maka dia masuk ke dalam (rumah). Secara implisit firman Allah yang biasanya untuk mendalili orang muslim yang tidak perlu ragu terjun dalam perjuangan: "Walladzina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa", mengisyaratkan hal yang demikian itu. Ketiga, Menyadong pertularan (atau apa namanya) dari guru kalau mengacu sebuah pameo "atthob'u saroq" tabiat, watak, karakter itu mencuri, maka kedekatan seseorang dengan orang lain mengakibatkan penularan yang niscaya mengacu sunnah Allah, dia yang lemah akan tertulari yang lebih kuat. Murid akan tertulari dari sang guru.
 Pada kenyataannya, seberapa besar nafi' dan muntafa' bihnya ilmu yang diperoleh oleh tholib tergantung pada seberapa besar kadar ketiga faktor itu diupayakan, diayahi dan menghasilkan. Ada satu faktor lagi yang oleh TMT diisyaratkan pula sebagai salah satu sebab seseorang berhasil mendapatkan ilmu dan yang belakangan ini dilakukan oleh orang tua tholib. Bagi orang tua tholib yang menyikapi secara santun kepada ahli ilmi, kepada siapa tholib "ngangsu ilmu", anaknya atau cucunya niscaya akan menjadi orang alim. Memang tidak ada dalil yang mengukuhkan analisis tersebut. Namun secara empiris bapak saya (almaghfurlah KH. Bisri Musthofa) merasakan itu. Ilmu yang dimaksud adalah ilmu Allah yang memperolehnya dianjurkan (untuk tidak mengatakan diharuskan) melalui sanad (sandaran) yang jelas. Baik sya fawiyyan maupun ijaziyyan. Supaya manfa'at ilmu itu secara ritualistik mendapatkan legalisasinya. Karena manfa'at adalah asas yang mendasari kesungguhan tholibil 'ilmi.
Tholabu ilmillah, mencari ilmu Allah jelas wajib hukumnya. Mencari ilmu al-hal wajib (fardhu) 'ain dan selebihnya wajib (fardhu) kifayah. Dengan demikian mencari ilmu, tholabul ilmi adalah amal ibadah. Dari pendirian keibadahan tholabil ilmi inilah saya mendekati kitab "Ta'limul Muta'alim".

Sistimatika Ta'limul Muta'alim

Kitab kecil yang terdiri dari tiga belas fasal itu, separonya bersifat umum, membicarakan bagaimana seharusnya orang sebagai makhluk hidup mengarungi kehidupan.
Seperti lazimnya kitab kecil yang berbobot keilmuan, fasal awal mencoba memberi batasan terhadap apa saja yang berkaitan dengan isi kitab.
Tentang ilmu, keutaman-keutamaannya, bagian-bagiannya dan cara yang seharusnya untu menghasilkan ilmu itu. Karena mencari ilmu itu ibadah, niat tholabul ilmi yang faridhotun itu tidak boleh ditinggalkan. Tentu saja yang dilakukan tholib agar mendapatkan pahala disamping dimaksudkan pula untuk memicu dan memacu semangat pencarian, menangkal pembiasaan, menjaga koinsistensi, menuntun keberhasilan dan tujuan ritualistik yang lain. Dari sinilah seharusnya kandungan kitab TMT didekati sehingga tuduhan kurang menyenangkan atas TMT dihindari. Melakukan niat tholabil ilmi ini diurai pada fasal dua, anniyah fi haalit ta'allumi.
Pada fasal ketiga dikemukakan perlunya selektif dalam memilih ilmu, guru dan teman bermusyawarah sebelum terjun kedalam kancah ta'allum. Pada fasal ini muncul keharusan menjaga terus minat ta'allum, konsistensi dan tabah dalam tekun terhadap ilmu yang dipelajari dan dialami. Karena memang ilmu yang dipelajari, guru yang mengajar,dan teman yang bersamanya mandalami ilmu itu, dipilihnya sendiri secara selektif itu tadi.
Fasal berikutnya yang membuat pakar ilmu masa kini seolah-olah kebakaran jenggot, adalah tentang kewajiban ta'dhim terhadap ilmu itu sendiri dan ahli ilmu.
Fasal keenam adalah tentang bagaimana seharusnya mencari ilmu berbuat. Dia harus sungguh-sungguh dan disiplin. Kesungguhannya itu menopang diatas cita-cita yang luhur.
Memulai (starting) terjun, memperkirakan kemampuan dan tertib belajar sesuai dengan kondisi diri dan ihwal ilmu yang diterjuni adalah bahasan fasal ketujuh.
Tawakkal, kapan seyogyanya tholibul ilmi, berusaha menghasilkan, ramah dan setia terhadap cita-cita, tidak melewatkan waktunya dan istifadah (membuat catatan-catatan baik dalam tulisan maupun benak), waro' (menjaga makanan dan perbuatan yang dilarang untuk tidak disantap atau dilakukan), apa saja yang membuat orang mudah menghafal dan yang mudah membuat orang gampang lupa dan yang terakhir adalah tentang amalan dan bacaan yang membuat pelakunya tercurahi rizqi Allah. Itu semua adalah pasal kedelapan sampai ketigabelas.
Asas manfaat yang mendasari keibadahan tholabil 'ilmi sebagai pendekatan. Pada awal coret-coret ini, saya mengemukakan bahwa ilmu nafi' yang muntafa' bih adalah anugerah dari Allah yang "allamal insaana maa lam ya' lam". Manfaat dan guna yang didapat oleh orang yang memperoleh keuntungan dari ilmu itu, tidak hanya didunia ini saja, namun juga akhiratnya. Karena itu untuk menghasilkan ilmu yang bermanfaat, tidak hanya menghajatkan peranan dari pencari ilmu itu sendiri. Peranan Allah dan peranan perantara guru dimana orang berhasil mandapatkan ilmu, sama sekali tidak bisa dipisahkan. Hal-hal (baca: a'mal) yang melibatkan Allah SWT. Demi perkenan-Nya, ridho-Nya, kita menyebutnya ibadah.
Ibadah sebagaimana amal-amal lain, ada permulaannya, prosesnya dan akhirnya. Masing-masing menghajatkan pada pemenuhan aturan main yang telah ditetapkan agar yang dilakukannya tidak sia-sia dan sah adanya. Apalagi amal ibadah yang bernama tholabil ilmi menempati peringkat diatas qiyamil lail dan puasa sunnah, mengapa? Ya, karena ilmu itulah yang mengantar orang terhormat dan mulia disisi Allah oleh karena ketakwaan, "Inna akromakum 'indallohi atqaakum". Ilmu adalah wasilah untuk takwa dan takwa adalah wasilah mulia 'indallah. Yang mulia 'indalloh tentu mulia 'nda siwahu min kholqihi.
Ilmu yang menjadi washilah kepada takwa itulah yang dapat disebut sebagai ilmu nafi' wa muntafa' bih (ilmu yang bermanfaat).
Berangkat dari sini, kiranya tidak berlebihan manakala kita pertama-tama harus mampu menempatkan kedudukan ilmu sedemikian rupa, sehingga ghoyatun nafi' dan intifa' dapat dicapai oleh tholib. Dan pada tempatnya pula dia bersikap ta'dhim terhadap apa dan siapa yang diharapkannya akan memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada dirinya, dunia dan akhirat. Kendatipun dia secara filsofis terpaksa menentukan klasifikasi ta'd'him itu. Tergantung pada siapa dia harus berlaku ta'dhim.
Memang pada dasarnya sifat batin adalah sifat bathini, karenanya tidak transparan. Tampilannya bisa beberapa bentuk sesuai dangan keadaan. Keadaan mu'adhdhim dan mu'adhdhom itu sendiri, latar belakang keduanya dan seterusnya.

At-Ta'dhim

Tampilan ta'dhim yang beraneka bentuk itu tentu saja tidak boleh keluar dari batas —layak— wajar. Karena memang ta'dhim bagi tholib adalah kewajaran, sesuatu yang layak dilakukan terhadap yang ia merasa harus menta'dhimkannya. Dan merupakan garapan tholibul ilmi untuk mengartikulasikannya dalam ia memilih tampilan ta'dhim, dilakukannya dengan kesungguhan dan sepenuh hati. Tidak kemudian terperangkap kedalam bentuk yang sering kita dengar dengan sebutan mudahanah atau mujahalah belaka. Lamis dan menjilat, semu dan tak bermakna.
Untuk itu tholib harus pandai dan cermat menentukan pilihan ilmu apa yang paling baik yang harus dia cari. Sesuai dengan minat dan bakatnya. Bahkan ketika bergurupn dia tidak dibenarkan sembarangan dan asal-asalan. Pilihan ang ditentukan sendiri akan lebih mendorongnya kepada kesungguhan ta'dhim. Oleh TMT kesungguhan ta'dhimil ilmi dirupakan dengan tidak menjamah kitab yang berisi kandungan ilmu itu, kecuali dalam keadaan suci dari hadats. Sebelum dia muthola'ah, mengaji atau mengulang pelajaran, berwudhu lebih dahulu. Sebab ilmu itu nur dan wudhu mewujudkan nur pada diri. Tidak menaruh kitab sejajar, apalagi di bawah bokong. Dan seterusnya. Sedang ilmu yang sebaiknya dipilih oleh tholib secara klasifikasial adalah yang dia hajatkan mendesak bagi urusan agamanya, yang dibutuhkan untuk menuntun kebahagiaan masa depan (bahkan depan sekali yaitu ketika kelak harus menghadap kholiqnya) dan dihajatkan bagi mengatur hidupnya dunia akhirat.
Dalam hal tholib memilih guru, kalau ada, pilih yang mengumpulkan kealiman yang kealimannya dimasyhurkan sebagai handal (al a'lam) yang secara khuluqi, mengatur kehidupan keseharian sedemikian rupa sehingga tidak terkena imbas aib sosial, menjauhi kedurhakaan dan maksiat serta menjaga muru'ah (al-auro’) dan yang memiliki nilai lebih dalam kematangan ilmu dan amalnya serta lebih tua usianya daripada ulama (kiyai) lain (al-asann). Hal ini barangkali dimaksudkan agar tertancap pada diri tholib kemantapan berguru. Dengan demikian tanpa ragu-ragu lagi, tholib bersikap ta'dhim kental kepada gurunya itu. Oleh TMT, dicontohkan dengan tidak ngomong kalau tidak didangu tidak bergeser tempat duduk sebelum sang guru beranjak dari tempatnya, tidak terlalu dekat dan tidak pula terlalu jauh dari guru, ketika didangu tidak berulah yang menyebabkan guru terganggu. Mematuhi segala perintahnya apapun bentuknya. Dan seterusnya. Ta'dhim ini berlanjut kepada keluarga sang guru. Pendek kata tidak membuat guru tertekan (diantara tanda kutip) secara moral ta'dhim kepada guru ini, dilakukan oleh tholib untuk mendapat perkenannya. Bukankah gurupun harus memberi dengan sifat kasih dan sepenuh hati pula? Bukankah pemberin itu wasilah untuk mendapatkan dan menghantarkannya kepada "raf'ad darojat"?
Oleh TMT guru disamakan dengan dokter (thobib). Kalau dia tidak dihormati, dia tidak akan memberi yang terbaik yang sangat dibutuhkan murid atau pasien itu, meskipun dia (pura-pura) memeriksanya dan menuliskan resep. Melengkapi hujjah TMT adalah sebuah ungkapan, yaitu: “Maa washola man washola illa bilhurmati wat ta'dhim, wa maa saqotho man saqotho illa bitarkilhurmati wat ta'dhim”.
Melakukan pilihan sendiri secara cermat terhadap ilmu dan guru dimaksudkan agar tholib tidak meninggalkan ilmu dan gurunya itu, sebelum dia dinyatakan selesai dalam berguru. Sebab meninggalkan ilmu dan guru sebelum saat dinyatakan selesai adalah desersi dan itu sangat menyakitkan. Dengan demikian sulit ilmu yang sudah dia kuasai bermanfaat. Memilih rekan adalah suatu yang tidak boleh di abaikan oleh tholib. Rekan itu harus serasi, yang mau dan mampu diajak rembugan, musyawarah, berakhlak terpuji. Pendek kata dia harus serekan yang kebaikaannya bisa kamu curi. Sebab "at thob'u saroqo", tabiat itu pasti mencuri, punya dampak dan sangat mempengaruhi perilaku dan penilaian.

Layaqoh Ma'hudah

Untuk menyikapi ilmu, guru dan rekan yang seperti tersebut diatas, untuk menganggap sikap ta'dhim ala TMT berlebihan atau tidak, untuk mengatakan sikap-sikap TMT relevan atau tidak kaitannya dengan sistem pendidikan dewasa ini tergantung dimana sebenarnya seseorang (sebagai tholib) menempatkan dirinya dalam kedudukan dan peranan apa, menurut anggapan tholib, guru berpengaruh pada "pembentukan diri". Seberapa besar guru memberi manfaat pada kehidupan tholib. Sampai sejauh mana jangkauan tholib mengapa dia melengkapi diri dengan ilmu itu.
 Barangkali bisa saya katakan bahwa substansi pendidikan (yang bahasa kitabnya at-tarbiyah dari "madhi" robba yang maknanya " memberangkatkan pagi-pagi" atau "memperkembangkan sejak mula", sejak ditanam bagi tanaman dan sejak masa pertumbuhan bagi anak manusia) adalah menggarap jiwa anak manusia menurut fitrahnya adalalah bersih-bersih bagaikan kertas putih dia bisa ditulisi, dilukis, dicoret-coret atau diapakan saja bahkan disobek-sobek. Ditarbiyah dengan demikian bisa diusulkan untuk berarti: “tughda wa tunsau kama hiya makhluqotun bihi bighoiri taghyiri wa thawili majraha, dibiarkan berangkat dan beranjak tumbuh sesuai dengan fitrahnya tanpa harus dibiasakan dari alur yang semestinya dengan menuntun dan memberi contoh yang diinginkan serta memberi warna yang seindah-indahnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh dia yng dididik. Sehingga tertanam pada dirinya haiah rosikhoh tashduru min halil af 'aal.
 Sasaran pendidikan dengan demikian adalah jiwa. Jiwa lebih peka terhdap rasa yang
 jelas tidak nyata. Kebesaran jiwa tidak nyemumuk seperti halnya kecahayaan ini tidak membinar. Namun kebesaran dan kecahayaan itu dapat dirasakan. Membentuk kebesaran dan kecahayaan itu bisa efektif bila dengan perangkat kedekatan rasa pula. Kedekatan rasa yang dijalin antara guru dan tholib dengan tali Allah dan tali rohmah ini akan menjalin keberhasilan amal tarbiyah. Tarbiyah yang diarahkan kepada ketaqwaan. Wallahu 'alam.
Kita mengerti sepenuh bahwa: menggarap sesuatu itu tergantung kepada apa yang digarap. Sepanjang yang digarap tidak berubah, pola dan format garapan tidak perlu dirubah kefitrahan manusia. Pada dasarnya tidak pernah dirubah, karena itu relevansi konsep yang telah disepakati sebagai ideal, efektif dan menjanjikan bagi menggarap jiwa manusia, belum layak dipersoalkan. Kalaupun dalam kenyataannya terjadi perubahan profil, kemencegan tampilan dan fariasi lagak gaya akibat pengaruh makanan dan lingkungan, tinggal menyesuaikan cara penanganan saja.

At- Talkhis Al Mudawwan

  1. Mencari Ilmu harus dengan niat menghilangkan kebodohan untuk selanjutnya menggapai ridha Allah.
  2. 2.  Mencari dengan terjun kelubuk pendidikan, berarti mencurahkan segala yang ada pada diri untuk       mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya.
  3. Ilmu yang kelak diperoleh harus mejadi wasilah menuju kepada takwa, yang tentu akan mengangkat derajat mulia disisi Allah.
  4. Ilmu adalah cahaya, anugerah dan karunia Allah, yang untuk mencapainya antara lain lewat perantaraan guru. Kalaupun tanpa guru yaitu dengan membaca, menurut konsep Al-Qur'an harus dengan atas nama Allah.
  5. Ilmu yang membuat orang mulia dan terhormat, dan mencurahkan manfaat yang sebesar-besarnya itu, sangat pada tempatnya untuk dita'dhimkan. Adalah terjemahan dari rasa terima kasih yang besar dan penghargaan yang mendalam.
  6. Menta'dhimkan guru sebagai rasa terima kasih yang nota bene ahlul ilmi itu adalah pada tempatnya, sangaat layak dan terpuji. Dan adalah berarti menta'dhimkan ilmu itu sendiri.
  7. Menta'dhimkan harus berarti pula tidak membuat yang bersangkutan merasa tertekan dari arah manapun, langsung atau tidak langsung.
  8. Ta'dhim bukanlah ta'abbud. Namun bisa saja laku ta'dhim karena menjalankan perintah syari'. Menjalankan perintahnya berarti juga ta'abbud.
  9. Mencari ilmu dengan konsep TMT membuat tholib sadar posisi dan ikhlas.

At-Talkhis Al-Mu'abbar

Barangkali oleh karena Az-Zarnuji melihat kependidikan itu dengan kaca mata keteladanan, meskipun secara emphiris dapat dibuktikan, maka yang tertuang terkesan berlebihan. Andaikata saya tidak khawatir disebut sebagai su’ul adab, saya akan mengatakan bahwa TMT adalah kerangka acuan hasil temuan atau rangkuman pengalaman ahlil ilmi dan belum disusus seperti layaknya konsep.
Namun secara kualitatif memiliki bobot yang efektif sebagai pedoman untuk menciptakan dunia pendidikan yang ideal yang masih sangat mungkin diterapkan kapan saja. Oleh karena itu, saya memberanikan diri untuk menganggap isi kitab TMT masih sangat relevan untuk diterapkan pada dunia pendidikan dewasa ini, sepanjang format belum berubah.
Tentang hubungan pendidik anak didik, guru murid, kiyai santri, pemberi manfaat penerima manfaat, dan seterusnya, adalah wajar dan memenuhi tuntunan ajaran serta tuntunan keorangan apabila terjalin tali keeratan yang terbuhul atas dasar filosofi sadar posisi bagi masing-masing. Dan itu harus dipertahankan kelanggegnannya agar pengawasan batini dapat dilakukan terus menerus.
Kelanggengan hubungan antar dua kutub tersebut hanya dapat dicapai dengan keikhlasan yang putih.

Takhtim

Alur yang dipilih Az-Zarnuji untuk mengalirkan gagasan beliau, saya kira sudah memenuhi aspek muthobaqoh tadhomun maupun iltizam. Dan itulah hasil pendilalahan yang benar dari lafal: at-tarbiyah.
 Pada kurun masa segala aspek tata kehidupan sudah bergeser seperati sekarang ini dan menjelang berlakunya era indrustrialisasi, saya kira konsep yang ada pada kandungan TMT, sebaiknya didukung untuk disosialisasikan dan dikembangkan secara adapatatif. Dengan melibatkan para pakar disiplin ilmu tertentu dan penambahan tata nilai. Sebab dapat saja saya mengatakan: untuk membentuk generasi penerus yang terdidik lagi bertakwa kepada Allah SWT. Belum ada pedoman khususnya selain kitab TA'LIMUL MUTA'ALIM.

Rembang, Shofarul Khoir 1414 H.
Dikutip dari Makalah yang beliau sampaikan di Pondok Pesantren Al-Hamidiyyah Jakarta.

abdullah bin mubarak

Abdullah bin Mubarak

Prince of Jihad
Jum'at, 1 Mei 2009 00:09:59
Hits: 2070
Julukannya Abu ‘Abdirrahman, ayahnya orang Turki yang bekerja kepada seorang pedagang dari Bani Handzalah. Ibunya juga orang Turki dari suku Khawarizmi. Beliau dilahirkan tahun 118 H, ada yang berpendapat 119 H.
Dari Al Hasan, ia Berkata, “Ibunda Ibnul Mubarak adalah orang Turki. Kemiripan Ibnul Mubarak dengan orang Turki sangat mencolok. Kalau beliau membuka bajunya, tidak terlihat banyak bulu pada dada. Salah seorang keluarganya memberitahu aku bahwa beliau belum pernah Sekalipun masuk ke tempat pemandian.”
Rumah Ibnul Mubarak sangat besar, terletak di Marwa. Halaman rumahnya berukuran 50 x 50 hasta (1 hasta sekitar 50 cm). jika anda ingin melihat ahli ilmu, ahli ibadah dan lelaki berwibawa yang juga dihormati di Marwa, maka anda akan jumpai rumah tersebut. Setiap hari, banyak sekali orang yang berkumpul di rumahnya. Mereka bersama-sama mengkaji ilmu hingga ibnul Mubarak keluar dari kamarnyadan mereka pun berkumpul di sekeliling beliau. Ketika ibnul Mubarak pindah ke Kufah, maka beliau tinggal di sebuah rumah kecil. Biasanya beliau keluar untuk shalat, lalu kembali lagi kerumahnya. Beliau sangat jarang keluar rumah dan tidak pernah lagi didatangi banyak orang. Ketika itu, aku Berkata kepada beliau, “Wahai Abu Abdurrahman, tidakkah engkau merasa terasing disini, jika engkau bandingkan dengan rumahmu di Marwa?” beliau menjawab, “Aku menghindari marwa karena hendak menghindari sesuatu yang engkau sukai, dan sekarang aku tinggal disini karena menyukai sesuatu yang engkau membencinya. Dulu, saat aku di Marwa, tidak ada masalahpun kecuali mereka adukan kepadaku dan mereka mengatakan, “Tanyakan kepada Ibnul Mubarak, sedangkan di sini aku terbebas dari semua itu.”
“Jadilah orang yang tak dikenal, yang membenci ketenaran, dan jangan tampakkan bahwa dirimu tidak suka terkenal untuk mengangkat martabar diri. Sebab, kalau engkau mengaku-aku zuhud itu sama artinya kezuhudanmu telah roboh, karena engkau menyeret dirimu agar disanjung dan dipuji.”
Suatu hari aku bersama Ibnul Mubarak mendatangi amta air. Orang-orang biasa minum dari sini. Beliau mendekat ke mata air tersebut dan minum dari sana, Sementara orang-orang tidak mengenal beliau. Mereka berdesak-desakan dan mendorong beliau. Ketika beliau keluar dari sana, beliau Berkata kepadaku, “Seperti inilah hidup yang sebenarnya,” Maksud beliau ketika kita tidak dikenal dan tidak dihormati oleh orang lain.
Seorang ulama’ bernama ‘Abdurrahman bin Mahdi Berkata, “Kedua mataku tidak pernah melihat orang yang lebih tulus menasehati umat islam dari Ibnu Mubarak.”
Dari Husain bin Hasan Al Mirwazi ia Berkata, “Ibnul Mubarak Berkata, “Jadilah orang yang tak dikenal, yang membenci ketenaran, dan jangan tampakkan bahwa dirimu tidak suka terkenal untuk mengangkat martabar diri. Sebab, kalau engkau mengaku-aku zuhud itu sama artinya kezuhudanmu telah roboh, karena engkau menyeret dirimu agar disanjung dan dipuji.”
Dari Asy’ats bin Syu’bah Al Mushishi, ia berkata, “Suatu ketika Hurun Ar Rasyid datang ke Riqqoh (nama suatu daerah), lalu orang-orang keluar menyambut Ibnul Mubarak. Mereka berdesak-desakan hingga sandal-sandal putus dan debu berterbangan. Lalu muncullah seorang wanita, budak khalifah Harun Ar Rasyid, dari sebuh bangunan kayu. Ketika melihat orang-orang Begitu ramai, ia beratnya, “Ada apa?” orang-orang menjawab, “Orang alimdari KHurosan tiba di Riqqah, namanya ‘Abdullah bin Mubarak.” Maka wanita itu berkata, “Demi Allah, ini adalah raja, tapi bukan raja Harun yang tidak bisa mengumpulkan orang-orang kecuali dengan polisi dan tentara.”
Dari Qosim bin Muhammad, ia berkata, “Aku pernah berpergian bersama Ibnul Mubarak. Ketika itu, yang sering terlintas dalam pikiranku adalah, mengapa orang ini dilebihkan di atas kami sampai ia Begitu terkenal di kalangan manusia. Padahal, kalau dia shalat, toh kami juga shalat. Kalau dia berpuasa, kami juga berpuasa. Kalau dia berperang, kamipun juga berperang dan kalau dia berhaji, kamipun sama.”
Qosim melanjutkan, “Suatu malam, saat kami tengah melakukan perjalanan menuju Syam, kami makan malam di sebuah rumah. Tiba-tiba lampunya padam. Maka, salah satu dari kami keluar rumah untuk mencari penerangan. Tak lama kemudian, ia kembali dengan membawa lampu. Maka aku lihat wajah Ibnu Mubarak, ternyata jenggotnya sudah basah dengan air mata. Melihat itu, aku Berkata dalam hati, “Kiranya dengan rasa takut seperti ini ia dilebihkan diatas kami.” Mungkin, ketika lampu padam dan suasana gelap gulita, beliau teringat hari kiamat.
Nu’aim bin Hammad Berkata, “Ibnul Mubarak lebih banyak duduk di rumah, maka ditanyakan kepada beliau, “Tidakkah anda merasa kesepian?” beliau menjawab, “Mana mungkin aku kesepian sementara aku bersama Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam (Yang beliau Maksud adalah bersama Hadits nabi shalallahu 'alaihi wasallam)
Demikianlah sekelumit kisah tentang sosok Ibnul Mubarak, tentunya masih sangat banyak riwayat-riwayat yang mengkisahkan tentang keagungan beliau. Semoga kita dapat senantiasa meneladai beliau amien. (Muhammad)
Reference: disariakan dari kitab “Bertakwa tapi tidak di kenal.”

hukum nazar dan kewajiban membayarnya


 

بسم الله الرحمن الرحيم

Hukum Nazar dan Kewajiban Membayarnya
Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah

          Pertanyaan: Apakah hukumnya bernazar secara syara'? Apakah ada sangsinya karena tidak membayar nazar?
          Jawaban: Hukum nazar secara syara' adalah makruh, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam melarang bernazar dan bersabda:
قال رسول الله e :(إِنَّهُ لاَيَأْتِي بِخَيْرٍ وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ مِنَ الْبَخِيْلِ)
Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda: 'Sesungguhnya ia tidak datang dengan kebaikan dan sesungguhnya dikeluarkan dengannya dari orang bakhil."[1]
Penjelasan hal itu adalah bahwa sebagian orang apabila sakit, disakiti atau merugi, dan ia bernazar jika sembuh dari sakit atau ruginya telah pergi maka ia akan bersedekah harta atau menyembelih hewan peliharaan. Dan ia meyakini bahwa Allah subhanahuwata’alla tidak menyembuhkannya atau memberinya keuntungan kecuali bila ia bernazar seperti ini. Maka Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam mengabarkan bahwa Allah subhanahuwata’alla  tidak mengubah sesuatu dengannya dari sesuatu yang telah ditaqdirkan dan ditentukan-Nya,  akan tetapi ia adalah seorang yang bakhil yang tidak berinfak kecuali setelah melakukan nazar.
          Wajib melaksanakan (membayar) nazar jika ia adalah ibadah, seperti nazar shalat, atau puasa, atau sedekah, atau i'tikaf.
          Tidak boleh melaksanakan nazar jika ia adalah maksiat, seperti nazar untuk membunuh, minum arak, mengambil harta orang lain secara zalim dan semisalnya. Dan ia harus membayar kafarat sumpah, yaitu memberi makan enam orang miskin dst...
          Dan apabila nazar yang boleh, seperti makan, minum, pakaian, safar, pembicaraan biasa dan semisalnya ia boleh memilih antara melaksanakan atau membayar kafarat sumpah.
          Apabila nazar taat kepada Allah subhanahuwata’alla disalurkan kepada orang-orang miskin dan kaum lemah seperti memberi makan, menyembelih kambing, dan semisalnya, maka dia harus disalurkan kepada orang-orang miskin dan kaum lemah. Jika nazar itu merupakan amal shalih secara badan atau harta, seperti jihad, haji dan umrah, ia wajib melaksanakannya. Jika ia menentukan untuk sektor tertentu, maka harus diberikan khusus untuknya seperti masjid, kitab, dan proyek-proyek sosial, dan tidak boleh disalurkan selain yang telah ditentukan.
Syaikh Abdullah bin Jibrin –Fatawa Mar`ah hal. 148-149.


[1]  HR. Al-Bukhari 6608, 6609, Muslim 1639-1640.

Bugar yang Memesona